Friday, July 9, 2010

Apa Itu Kain Shantung dan Dupioni - Perbedaan dan Karakteristik

Apa Itu Kain Shantung

kain shantung terbuat dari
Kain shantung merupakan sejenis kain yang dibuat dari serat sutera, dan asal muasalnya berasal dari provinsi Shandong, Cina. Biasanya kain shantung terbuat dari benang sutra, tetapi akhir akhir ini banyak yang menggantikannya dengan fiber lain seperti acetate, rayon, nilon, maupun fiber sintesis lainnya. Dijuluki dengan nama ‘wild silk’ (sutra kasar), ini dikarenakan shantung memiliki tekstur agak kasar. Selain itu kain shantung juga kadang dikenal dengan nama antique satin.

Shantung sedikit lebih tipis jika dibandingkan dengan dupioni, dan terlihat kurang teratur. Sutera shantung adalah bahan favorite untuk gaun pengantin. Kain shantung dibuat dengan metode tenun polos (plain weave) dan ditenun dengan serat/benang dengan ketebalan yang berbeda-beda. Garis atau bagian yang nonjol pada permukaan kain disebabkan oleh serat/benang slub (bergelombang) yang biasanya diposisikan pada bagian lungsin.

Jika diperhatikan, serat sutera shantung terdapat sericin (salah satu protein yang dibuat oleh ulat sutra) yang masih belum tersingkirkan. Sericin ini berperan seperti lem yang melapisi serat dan memungkinkan fiber-fiber tersebut menempel satu sama lain. Ini juga sebabnya mengapa sutera shantung terlihat lebih tebal dan berat jika dibandingkan dengan sutra yang lebih diproses.

Shantung silk memiliki beberapa kelebihan, antara lain bahannya tahan noda (stain resistant), selain itu material ini juga tahan lama. Hal ini menjadikannya pilihan yang ideal untuk dekorasi rumah karena banyak bahan dekorasi rumah dapat dengan mudah menjadi kotor. Salah satu kelemahannya adalah jika dicuci kain shantung harus lebih berhati-hati dibandingkan dengan bahan kain dekorasi rumah lainnya seperti cotton.

Apa Itu Kain Dupioni

karakteristik kain dupioni
Dupioni, atau disebut juga dengan nama dupion atau douppioni, dibuat dengan serat dari dua ulat sutra yang berbeda. Pada saat dua ulat sutra membuat kepompongnya secara berdekatan, serat-serat ini bisa menempel, kusut atau menjadi bersilangan. Serat-serat yang menyatu inilah yang kemudian diambil untuk dijadikan fiber atau benang. Benang ini tentunya lebih kasar dibandingkan dengan sutra biasa karena terdapat banyak tonjolan, lekukan, variasi ketebalan dan sebagainya.

Namun sutera kain dupioni ini memiliki kelebihannya yaitu lebih mudah menyerap pewarna, dan lebih tahan menolak wrinkles (bekas lekukan). Salah satu kelemahannya adalah bahan ini tidak elastis. Dupioni merupakan bahan yang sering digunakan untuk membuat blus, gaun, jaket, tirai, celana, taplak meja, bantal selimut dan masih banyak lagi.

Kain dupioni lebih tebal jika dibandingkan dengan shantung, dan serat kain ini memiliki lebih banyak slub, jendolan, atau lekukan. Serat shantung lebih tipis dan maka itu sering digunakan untuk garmen yang lebih lembut dan halus.

Masih banyak sekali orang yang tidak mengetahui perbedaan antara shantung dan dupioni karena keduanya memiliki karakteristik dan kegunaan yang hampir serupa. Bahkan kenyataannya banyak para vendor kain sutera mengalami kesulitan megkategorikan kain sutra mereka sesuai dengan labelnya dan suka membiarkan pelanggan kebingungan antara mana yang mana

1 comments:

Dwi Sulistiyani said...
This comment has been removed by a blog administrator.

Post a Comment