Tuesday, July 13, 2010

Proses Pembuatan Kain Wool - Cara Membuat Benang Wol

Wol mungkin merupakan serat tertua yang dikenal manusia. Wol juga merupakan salah satu serat pertama yang dipintal menjadi benang dan ditenun menjadi kain. Wol tidak hanya reusable (dapat digunakan kembali) tetapi juga biodegradable.

proses pembuatan wol


Wol sebagian besar berasal dari domba tetapi juga dapat diperoleh dari alpaca, unta, dan kambing. Australia, Eropa Timur, New Zealand, dan China adalah produsen wol terbesar. Domba yang dipelihara khusus untuk bulunya jelas berbeda dengan domba yang untuk dagingnya. Wol terdiri dari protein yang sama yang membentuk lapisan pelindung luar kulit manusia.

Sheep shearing adalah proses dimana bulu wol domba digunting. Seorang spesialis pencukur bulu domba dapat mencukur 200 domba dalam sehari. Setahun sekali, domba-domba dikumpulkan untuk dilakukan shearing (biasanya di cuaca yang lebih hangat).

wol mentah domba untuk pakaian

Seekor domba betina dapat menghasilkan hingga 15 pon wol sedangkan seekor domba jantan sekitar 20 pon wol. Wol yang barusan dicukur disebut "raw wool" (wol mentah) dan karena domba tidak pernah mandi, serat-serat tersebut harus dicuci dolo.

cara mencuci bulu domba


Setelah dipotong, wol mentah dinilai sesuai dengan kualitas seratnya. Wol dari kelas yang sama dikompresi dan kemudian dikemas ke dalam bundel untuk tahap berikutnya. Kualitas wol terbaik berasal dari sisi, bahu, dan juga belakang, sedangkan kualitas terendah berasal dari kaki bagian bawah.

Wol dinilai untuk kehalusannya dan panjang. Panjang bervariasi tergantung asal hewan tersebut, namun sebagian besar bervariasi karena faktor jenis domba. Merino wol Australia bisa sekitar 3-5 inci panjangnya. Sedangkan yang berasal dari Texas dan California dapat menghasilkan serat yang panjangnya 2,5 inci. Wol dari jenis domba lain dan hewan lainnya bisa sepanjang 15 inci.

Pencucian dilakukan dalam serangkaian pemandian dalam alkali dan kemudian bulu dibilas dan diperas melalui rol untuk mengeringkannya. Lanolin, semacam lemak, adalah salah satu produk hasil dari proses ini dan digunakan dalam pembuatan kosmetik, sabun dan produk rumah tangga lainnya.

lanolin lemak wol domba kambing


Selanjutnya, wol melalui proses yang dinamakan Carding - menyikat wol untuk meluruskan serat. Proses ini dolonya dilakukan dengan tangan, sekarang, mesin carding sudah dapat digunakan supaya wol dapat dilalui ke dalam serangkaian rol yang dilengkapi dengan bulu kawat.

alat proses carding serat wol domba


Langkah carding terakhir adalah ketika wol-wol tersebut dipisahkan menjadi sehelai benang atau strip dan dikumpulkan ke gulungan untuk proses spinning (putar). Strip yg dipisahkan ini juga disebut sebagai roving.

mesin carding benang wol


Setelah melalui proses carding, serat wool kemudian siap untuk proses selanjutnya – spinning. Spinning merupakan langkah pengolahan wol di mana roving wol yang dihasilkan selama carding, diubah menjadi benang.

baju bahan wool
topi bahan wool
sepatu boot bahan wol
kain selimut berbahan wol

Beberapa Fakta Menarik Tentang Wol

  • Wol dari satu domba dewasa cukup untuk membuat 3 pakaian pria, 6 dress wanita atau 70 pasang kaus kaki. Wol dari sekitar 7 domba dapat melingkari satu bumi. Wol dari sekitar 62 domba bisa mencapai dari bumi ke bulan.
  • Wool yg dihasilkan oleh 200 domba beratnya sama seperti sebuah mobil kecil.
  • Australia merupakan grower wol terbesar di dunia.
  • Cina adalah pembeli terbesar wol Australia.
  • Cina memiliki domba terbanyak diikuti oleh Australia dan kemudian New Zealand.
  • Jackie Howe adalah pemegang rekor untuk pencukuran bulu domba. Laki laki asal Australia ini mampu mencukur 321 domba dalam satu hari pada tahun 1892.

1 comments:

Fairuz Zalfa Nabila said...

menginspirasi (y) :)

Post a Comment